Home » » Bapak Ini Tega Cabuli Anak Selama 15 Tahun

Bapak Ini Tega Cabuli Anak Selama 15 Tahun

Written By Kepri Online on Monday, March 21, 2011 | 19:41

Bapak Bejat Diwawancarai Wartawan
Perbuatan bapak yang satu ini patut menjadi pelajaran bagi bapak-bapak lain agar tidak berbuat hal yang sama. Gara-gara nafsu birahi yang sudah diubun-ubun, dia nekad mencabuli dan memperkosa anak kandung sendiri sejak anaknya itu berusia 8 tahun.

JA (52 tahun), demikian inisial bapak berprofesi nelayan ini, warga Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)tersebut ditangkap polisi, Senin (21/3) setelah istrinya mengadukan perbuatan bejatnya tersebut.

Sebut saja Vi (23 tahun), nama anak JA, sejak berumur delapan tahun jadi sasaran birahi JA, perbuatan cabul JA sering terjadi saat istrinya sedang bekerja di tempat pembuatan bakso, pukul 04.00 dinihari.

Dia berbuat cabul dengan cara meraba-raba dan memasukkan jari jemarinya ke kemaluan Vi. Vi diancam akan dibunuh, diusir atau tidak dianggap anak jika mengadukan perbuatannya kepada istrinya atau orang lain.

Terakhir, perbuatannya cabul itu meningkat jadi pemerkosaan. Vi disetubuhi secara paksa, jika keinginannya tidak dipenuhi, anak malang ini dipukul dan diancam.

Kanit Reskrim Polsek Tebing Ipda Edward mengatakan, JA dijerat dengan Pasal 285 KUHPidana dan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.


''JA mencabuli anaknya sejak berumur 8 tahun, tapi hubungan intim baru pada umur 18 tahun,'' kata Edward.

Vi saat ditemui di Mapolsek Tebing mengatakan, perbuatan mesum sang bapak terjadi berkali-kali, terakhir terjadi pada tanggal 8, 10 dan 12 Maret 2011. ''Pada tanggal 8 Maret tiga kali, tanggal 10 dan 12 Maret masing-masing sekali,'' katanya.

Ayahnya itu juga membelikannya obat pelancar haid merek ''Kintamani'' dan ''Tuntas'' agar tidak hamil. ''Sekarang saya terlambat haid 18 hari karena obat tersebut belum saya minum,'' katanya.

Gara-gara obat inilah perbuatan mesum tersebut terbongkar. Istri JA menemukannya di kolong ranjang Vi saat mencari mainan kalungnya yang terjatuh di lantai.

Ibu Vi, Nur mengharapkan JA dihukum seberat-beratnya karena telah merusak masa depan anaknya sendiri. ''Biar dia menjadi contoh bagi bapak-bapak yang lain agar tidak berbuat hal yang sama,'' kata Nur.

Sedangka JA mengaku menyesali perbuatan bejatnya. Nafsu birahi yang sudah diubun-ubung merusak akal sehatnya saat pulang dari laut, dia mondar-mondir dalam rusak memikirkan bagaimana menyalurkan hasrat seksualnya.

''Waktu itu saya melihat pintu kamar Vi terbuka, saya pun masuk. Dulu waktu kecil hanya meraba-raba, sedang berhubungan intim setelah Vi masuk SMP. Tapi saya tidak pernah mengancam bunuh, saya hanya mengatakan kalau perbuatan tersebut diceritakan pada istri saya, maka rumah tangga saya hancur,'' kata JA.

JA juga mengaku membelikan obat pelancar haid agar anaknya itu tidak hamil. ''Semuanya sudah terjadi, saya siap dihukum atas perbuatan saya ini,'' katanya menyesal.

Penyesalan JA sepertinya sudah terlambat, perawan sang anak sudah jebol, kalau hamil lantas bagaimana status bayi yang dikandungnya.

Perbuatan JA memang tidak pantas ditiru, mau jadi apa dunia ini jika semua bapak tega menghamili anaknya sendiri.

Kepada sobat semua silakan berkomentar jika ingin menanggapi perbuatan bapak yang satu ini.(Kepri Online Daily)


blog counterDiseƱo We
Share this article :

3 comment:

roni bloggers said...

parah tuh boz,,,,,,,,,

Galang said...

bapak yang bejat tuh...

Ferry I said...

Naudzubillah min dzalik...
Semoga tidak akan terjadi kasus seperti ini.
Semoga kasus ini jadi pembelajaran dan contoh bagi kita UNTUK DIJAUHI DAN DIHINDARI.
Terima kasih infonya mas

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kepri Online - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger